Sungguh malang apa yang dialami Claire Henderson dan bayi perempuannya, Brooke. Si kecil Brooke harus dirawat di rumah sakit karena mengalami demam tinggi dan muncul bruntusan merah di area mulut serta pipinya. Ternyata, Brooke terkena herpes oral karena diciumi oleh orang lain. Tahukah Bunda apa itu herpes oral? Herpes oral adalah infeksi yang disebabkan oleh virus HSV-1 (Herpes Simplex).
Virus ini dapat menular melalui air liur, mukosa, dan kulit. Efek terburuknya adalah menyebabkan kerusakan otak dan gagal hati. Claire, ibu muda dari Inggris ini mengingatkan para orang tua agar waspada terhadap penularan herpes oral pada bayi mereka. Lantas, apakah yang harus dilakukan agar si kecil tidak tertular penyakit tersebut? Berikut ini adalah tips dan cara merawat kulit bayi baru lahir yang bisa Bunda lakukan untuk melindunginya dari penularan herpes oral.
- Rawat sendiri si kecil Merawat sendiri si kecil, terutama pada hari-hari pertamanya setelah lahir, sangat dianjurkan. Kontak dengan kulit ibu dapat menstimulasi kekebalan tubuh bayi. Jika memungkinkan, batasi jumlah orang yang boleh berkunjung, cukup keluarga dan teman dekat saja yang memang Bunda sudah kenal dengan baik, dan ingatkan mereka untuk tidak menciumi wajah si kecil, khususnya pada bagian bibir.
- Jelaskan pada keluarga Anggota keluarga, terutama yang tinggal serumah, perlu diberi penjelasan untuk selalu menjaga kebersihan tangan dan mulut ketika berinteraksi dengan si kecil. Mintalah mereka untuk setidaknya mencuci tangan pakai sabun sebelum menggendong si kecil. Dan, apabila ada di antara mereka yang sedang sakit, jangan ragu untuk mengatakan agar menjaga jarak atau mengenakan masker, karena tentu orang yang sedang sakit ini kondisi tubuhnya sedang lemah sehingga dapat dengan mudah terserang penyakit lain yang tidak terdeteksi atau terlihat dari tampilan luar. Ini semua tentu dilakukan demi kesehatan si kecil yang antibodinya masih terbentuk perlahan-lahan.
- Jangan bawa ke sembarang tempat dan orang Bayi berusia di bawah 40 hari sebaiknya tidak pergi ke tempat umum dulu hingga daya tahan tubuhnya kuat. Jika harus pergi, carilah tempat terbuka atau outdoor karena virus tidak berkumpul seperti di dalam ruangan, dan bakteri juga cepat mati terkena panas sinar matahari. Jika bertemu orang asing, jangan biarkan si kecil digendong dan dicium sembarangan, karena tentu orang tersebut tidak jelas kebersihan tangan dan mulutnya serta riwayat penyakitnya.
- Jaga kebersihan kulit si kecil Lakukan cara merawat kulit bayi yang benar, seperti memandikannya dengan teliti dan hati-hati, serta menggunakan produk perawatan bayi yang lembut. Saat memandikan si kecil, Bunda bisa sambil mengamati kondisi kulitnya.
- Perhatikan tanda-tanda penularan Jika Bunda menemukan adanya bruntusan merah pada kulit, apa lagi jika disertai dengan demam, segera bawa ia ke dokter. Setiap mengunjungi dokter, sebaiknya Bunda dan si kecil menunggu di mobil terlebih dahulu hingga mendekati nomor urut. . Upaya ini merupakan salah satu rekomendasi dokter untuk mencegah si kecil berinteraksi dengan orang asing yang tidak diketahui membawa penyakit, dan seperti yang kita tahu bahwa anak-anak lain yang berkunjung ke dokter juga sebagian besar karena memang sakit. Dan, saat menunggu tetaplah berada di ruang anak sehat, sekarang ini sudah banyak rumah sakit atau praktik dokter yang membagi ruangan menjadi ruang anak sehat dan ruang anak sakit.
Itulah cara merawat kulit bayi untuk mencegah penularan herpes oral yang sebaiknya Bunda lakukan. Bunda tentu tidak ingin hal yang dialami bayi Claire Henderson terjadi pada si kecil, bukan? Jangan ragu untuk tegas karena memang itu hak Bunda sebagai penjaga si kecil, dan rajin menjaga kebersihan ya, agar si kecil selalu sehat dan terhindar dari penyakit. Sumber: metro.co.uk webmd.com female.kompas.com

