Apakah Bunda sudah memperkenalkan puzzle pada si kecil? Puzzle adalah salah satu jenis permainan bongkar pasang yang dapat dilakukan oleh siapa pun, termasuk bayi dan balita. Umumnya, puzzle yang pertama kali diperkenalkan kepada anak adalah puzzle yang dilengkapi knob.
Puzzle sederhana yang hadir dalam berbagai bentuk ini cocok untuk permainan dan stimulasi bayi yang sudah bisa duduk dengan tegak. Saat si kecil pertama kali mencoba bermain puzzle, Bunda tentu tak perlu berharap ia langsung bisa memasang tiap kepingannya dengan tepat. Yang terpenting, temani si kecil bermain dan buat ia merasa senang dan tertarik. Ketika si kecil sudah bisa menyelesaikan puzzle pertamanya, Bunda bisa memberinya selamat dan pujian atas keberhasilannya tersebut. Lalu, ajaklah ia beralih ke puzzle gambar yang lebih kompleks dan membutuhkan pertimbangan.
Bermain sambil ditemani Bunda dan sesekali diberikan pujian tentu akan sangat berkesan bagi si kecil. Selain mengasyikkan, bermain puzzle juga dapat membantu stimulasi bayi dan mengembangkan kecerdasan majemuk serta keterampilan anak. Namun, sebenarnya kecerdasan dan keterampilan seperti apa sih yang bisa didapat si kecil dari aktivitas bermain puzzle? Yuk, kita cari tahu, Bunda!
- Keterampilan fisik Memegang puzzle dan memasangkannya sampai cocok adalah aktivitas yang dapat melatih keterampilan fisik anak. Keterampilan ini terbagi menjadi 3, yaitu keterampilan koordinasi mata dan tangan, keterampilan motorik kasar, dan keterampilan motorik halus. Semua keterampilan tersebut akan berguna ketika si kecil belajar menulis dan mengetik.
- Kemampuan kognitif
- Keterampilan emosional
Saat si kecil mencoba memecahkan masalah dari puzzle yang ia mainkan, saat itulah ia sedang mengasah kemampuan kognitifnya. Lebih lengkapnya, kemampuan kognitif yang didapat dari bermain puzzle meliputi pemahaman yang baik akan dunia sekitar, pemahaman akan bentuk, melatih memori, dan melatih berpikir kritis.
Bermain puzzle dan menyelesaikan seluruh kepingannya tentu tak hanya memerlukan kecerdasan kognitif, tetapi juga kesabaran. Melalui permainan ini, si kecil dapat belajar bersabar untuk menyusun kepingan puzzle dan ia akan merasa puas ketika berhasil menyelesaikannya. Dengan bermain puzzle, si kecil juga akan belajar menetapkan tujuan dan merancang strategi.
Melihat ketiga manfaat tersebut, tak bisa dipungkiri bahwa bermain puzzle memang dapat mendukung perkembangan kecerdasan majemuk si kecil, mulai dari kecerdasan logika-matematika, spasial, dan intrapersonal. Menakjubkan, bukan? Karena itulah, yuk sempatkan menemani si kecil bermain puzzle sedini mungkin!
Sumber: ayahbunda.co.id/balita-psikologi/bermain-puzzle-ternyata-ampuh-untuk-menenangkan-emosi-balita teach.com/education-technology/the-benefits-of-puzzles-in-early-childhood-development scholastic.com/parents/resources/article/thinking-skills-learning-styles/how-your-child-smart Diakses pada 26 Januari 2016

