Kesalahan Orang Tua Saat Melatih Toilet

30 July 2017

Toilet training adalah salah satu tahap dalam tumbuh kembang bayi yang sering dianggap merepotkan oleh orang tua. Maklum saja, kecelakaan seperti mengompol adalah hal yang lumrah terjadi saat melatih toilet training pada anak. Beberapa anak bisa mempelajari tahap ini dengan cepat, tapi beberapa anak lain perlu waktu dan perhatian ekstra dari orang tuanya untuk akhirnya bisa bebas dari popok, bahkan saat tidur di malam hari.

Tapi, tahukah Bunda? Toilet training pun membutuhkan kematangan saraf pada anak. Toilet training membutuhkan perpaduan antara kemampuan tubuh untuk mengenali kebutuhan untuk buang air kecil atau buang air besar, menahan tubuh untuk tidak segera buang air kecil maupun buang air besar, serta kemampuan anak untuk mengkomunikasikan kebutuhan tubuhnya itu pada orang tua. Kalau kematangan saraf  belum tercapai sehingga otak tidak mampu menangkap sinyal yang dikirim kandung kemih yang menunjukkan keinginan untuk buang air kecil, maka anak akan mengompol.

Karena itulah, kemampuan untuk toilet training sebenarnya memiliki kesamaan dengan kemampuan lain seperti berbicara atau berjalan, yaitu sama-sama membutuhkan kesiapan fisik dari tubuh dan otak anak. Menurut Jennifer Margulis di buku The Business of Baby, rata-rata anak sudah bisa mulai dilatih toilet training sejak usia 18 bulan. Tapi seperti kemampuan lain, tiap anak mencapai tahap ini pada usia yang berbeda. Sebagai orang tua, Bunda-lah yang bisa menilai apakah si kecil sudah siap dilatih toilet training atau belum.

Lalu, bagaimana dengan anak yang sudah cukup besar tapi masih suka mengompol? Selain masalah pada kurangnya kematangan saraf yang menyebabkan otak tak bisa menerima sinyal yang dikirim kandung kemih, mengompol atau enuresis pada anak yang berusia lebih dari 5 tahun juga bisa disebabkan oleh faktor psikologis dan stres. Kurangnya pelatihan untuk toilet training juga bisa menyebabkan hal ini.

Yang pasti, toilet training memang harus dijalani dengan kesabaran. Kalau si kecil mengompol, jangan dimarahi atau dibentak, karena akan membuat si kecil jadi stres. Padahal seperti yang sudah dijelaskan tadi, mengompol atau enuresis juga bisa disebabkan oleh stres. Selamat berlatih untuk si kecil!   

Sumber: http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/145/jtptunimus-gdl-arifkurnia-7213-2-babi.pdf http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2807801/

Go to Top