Tiap bayi dilahirkan dengan jenis rambut yang berbeda-beda. Ada bayi yang terlahir tanpa rambut, dan bahkan masih tetap botak atau berambut tipis setelah ulang tahunnya yang pertama. Tapi, ada juga bayi yang sudah memiliki rambut yang tebal dan ikal sejak lahir. Apapun jenis rambut si kecil, yang penting adalah menjaga agar rambut dan kulit kepalanya tetap sehat.
Salah satu cara untuk menjaga kesehatan rambut si kecil tentu adalah dengan menjaga kebersihan rambutnya. Mencuci rambut si kecil dengan shampo bayi adalah bagian dari rutinitas yang penting untuk menjaga kesehatan rambutnya. Pelaksanaannya tentu juga harus dilakukan dengan benar untuk mendapatkan manfaat sehat secara maksimal. Beberapa tips berikut semoga bisa membantu Bunda:
- Rambut bayi, terutama bayi yang baru lahir, tak perlu dikeramas dengan shampo bayi setiap hari. Keramas 2-3 kali per minggu sudah cukup. Terlalu sering mencuci rambut bayi justru bisa membuat kulit kepalanya menjadi kering.
- Pijat kulit kepala bayi dengan lembut saat mencuci rambutnya. Pijatan yang terlalu keras justru bisa membuat rambutnya rontok.
- Jangan biarkan busa shampo bayi terlalu lama tidak dibilas pada rambut bayi untuk menjaga kesehatan rambut dan kulit kepalanya. Gunakan pula shampo bayi dengan jumlah yang sesuai dengan ketebalan rambut bayi. Kalau rambut bayi masih tipis, Bunda tak perlu menggunakan terlalu banyak shampo.
- Gunakan shampo bayi dengan pH balance. Shampo dengan pH yang terlalu tinggi justru akan membuat rambut bayi menjadi mudah kusut.
- Kalau si kecil termasuk anak yang tak suka dicuci rambutnya, cara terbaik agar proses keramas jadi menyenangkan adalah dengan mengalihkan perhatiannya. Buat acara mandi lebih menyenangkan dengan permainan, bath toys, musik, dan lain-lain.
Bunda tak perlu terlalu mengkhawatirkan jenis dan tekstur rambut si kecil. Toh jenis rambut yang ia miliki saat bayi masih bisa berubah saat ia dewasa kelak, termasuk tekstur dan warna rambutnya. Rambut ikal bisa berubah lurus, dan sebaliknya rambut lurus bisa menjadi ikal. Rambut yang tipis bisa menjadi tebal, dan sebaliknya. Yang penting, si kecil tetap sehat dan tumbuh berkembang dengan optimal.
Sumber:
whattoexpect.com/first-year/ask-heidi/newborn-hair.aspx
babyzone.com/baby/baby-care/managing-baby-hair_65232
babyworld.co.uk/2011/10/all-about-baby-hair/

