Mengajarkan disiplin kepada anak memang bukan hal yang mudah. Ketika Bunda kecil mungkin Bunda pernah mengalami saat ketika Bunda mengikuti peraturan hanya karena takut terhadap hukuman yang akan Bunda terima bila melanggar peraturan tersebut. Tipe disiplin ini tumbuh berdasarkan rasa takut. Tapi ternyata ada cara yang lebih efektif dalam mengajarkan disiplin, yaitu positive parenting.
Positive parenting adalah proses mengajarkan disiplin berdasarkan prinsip mendorong perilaku baik, dan bukannya menghukum perilaku buruk. Jadi, Bunda mengajarkan disiplin dengan memotivasi anak dengan menetapkan peraturan yang jelas dan harapan akan hal baik bila si kecil mengikuti peraturan tersebut dengan memberi penghargaan pada tindakan yang baik. Pada positive parenting, Bunda juga memperbaiki komunikasi dengan si kecil dan mengembangkan rasa percaya diri.
Tapi bagaimana positive parenting menyikapi si kecil yang tidak mau mengikuti peraturan? Bunda harus menegur si kecil dengan tegas, lembut, serta membersikan hukuman atau konsekuensi yang jelas dan logis. Bila anak Bunda mendapatkan nilai yang jelek, dia tidak boleh menonton TV. Bila si kecil memukul anak lain, berarti dia tidak boleh bermain dengan mainannya sampai dia belajar bermain bersama anak lain.
Positive parenting terbentuk dengan dasar bahwa perilaku buruk kadang merupakan cara si kecil untuk mencari perhatian atau meminta tolong. Contohnya, seorang anak memukul anak lain di sekolah karena amarah dan frustasi yang tidak tersalurkan. Tapi positive parenting membuat anak merasa dicintai serta menumbuhkan rasa percaya diri, sehingga pada akhirnya Bunda mengajarkan si kecil apa yang benar dan seharusnya dia lakukan, serta memberikan mereka kekuatan dan keyakinan dari diri sendiri untuk melakukan hal yang benar bukan karena takut pada hukuman.
Sumber: http://o5.com/what-is-positive-parenting/

