Penampilan Pertama si Kecil

30 July 2017

Saat si kecil lahir, walaupun berwarna merah dan keriput, tentu saja ia adalah makhluk mungil terindah bagi bunda. Secara umum, penampilan bayi saat baru dilahirkan adalah sebagai berikut:

  • Kepala terlihat lebih panjang dengan bentuk yang asimetris dan permukaannya tidak rata. Sebenarnya, tengkorak kepala bayi terbentuk dari empat lempeng besar yang belum berpadu sempurna. Keadaan ini lah yang membantu si kecil saat dilahirkan secara alami agar kepalanya bisa lebih fleksibel saat melewati jalan lahir.
Hal ini normal

: bila ada bagian depan kepala terlihat berdenyut-denyut. Di ujung sebelah atas kepala ini memang terdapat daerah yang sangat lembut dan rentan karena tulang tengkoraknya belum berpadu. Tempat ini disebut fontanelle (ubun-ubun besar). Hati-hati, jangan sampai menekannya terlalu keras.

  • Mata si kecil bisa terlihat bengkak dan belum bisa terbuka saat dilahirkan atau terlihat merah. Kadang-kadang matanya membuka dengan gerakan yang tidak teratur.
  • Wajah terlihat seperti bengkak, pipi merona kebiruan akibat tekanan saat proses kelahiran, hidung terlihat pesek dan dagu seperti tertarik ke belakang.
  • Badan bayi terlihat pendek, tangan terlipat ke arah dada serta kaki yang menekuk ke arah perut karena lututnya belum bisa lurus.
  • Kulit bayi baru lahir tertutup selaput berwarna keputih-putihan dan berminyak yang dinamakan vernix yang memang dibutuhkan bayi baru lahir untuk melindunginya dari iritasi kulit. Kadang kulit bayi juga tampak seperti mengelupas yang bisa jadi adalah vernix cascosa yaitu bahan kerak berminyak yang terdiri dari sebum dan sel-sel epitel yang mengelupas. Selain itu, di keseluruhan kulit si kecil juga ada rambut halus yang dinamakan lanugo. Lanugo akan hilang tidak lama setelah si kecil lahir ke dunia.
Hal ini normal:

jika kulit si bayi terlihat seperti bernoda kemerah-merahan. Ini disebabkan pembuluh darah si kecil belum terlalu stabil.

  • Bayi baru lahir kadang-kadang napasnya berbunyi seperti “grok”, seakan-akan ada lendir dalam saluran napas. Bunyi itu disebabkan oleh tekanan negatif yang ditimbulkan setiap menghirup napas akibat saluran napas yang masih lunak. Namun tak usah khawatir, bunda, bunyi “grok” akan lenyap dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhannya.
Lakukan ini:

untuk membantu menghilangkan suara lendir itu, bunda dapat menjemur si kecil di bawah sinar matahari pagi. Sinar matahari pagi banyak mengandung vitamin D yang juga membantu mengoptimalkan fungsi pernapasan Tenang bunda, penampilan si kecil yang tampak lemah dan ringkih itu sebenarnya wajar. Tanpa perlu penanganan khusus, seiring pertumbuhannya, semua akan menjadi normal.

Yang jelas, di balik penampilan pertamanya itu, sebenarnya si kecil lebih kuat dari yang bunda kira lho! Sumber: Anak Sehat: 100 Solusi dr. Tiwi Panduan Lengkap Kesehatan Bayi 0-24 bulan Buku Pintar Ibu & Bayi, Panduan Lengkap Merawat Buah Hati & Menjadi Orang Tua Cerdas

Go to Top