Berbaring, tengkurap, merangkak, berdiri, lalu berjalan. Tahapan tersebut merupakan proses belajar bayi yang umum terjadi selama tahun pertama kehidupannya. Tapi, bagaimana kalau ada tahapan yang tidak dilalui oleh bayi? Bagaimana kalau si kecil tidak belajar merangkak, tapi langsung berdiri dan berjalan? Apakah hal itu berpengaruh pada perkembangannya di masa depan? Merangkak merupakan salah satu tanda kematangan saraf pada bayi.
Ketika ia sudah bisa melawan gravitasi sambil mengangkat tubuh dan kepalanya sekaligus mengoordinasikan tangan dan kakinya untuk merangkak, berarti fungsi motorik tubuh bayi telah bekerja dengan baik. Tapi, tahap merangkak bayi tidak hanya menunjukkan kesiapannya untuk berdiri dan berjalan. Merangkak juga memberikan beberapa manfaat berikut:
- Memperkuat tubuh bagian atas bayi, seperti pergelangan tangan, siku, dan bahu. Bayi yang melewatkan tahapan merangkak terlihat mengalami kesulitan dalam aktivitas seperti memanjat tali atau mengangkat tubuhnya dari kolam renang saat dewasa.
- Melatih sendi di bagian bawah ibu jari. Bayi yang melewatkan tahapan merangkak dianggap memiliki kemampuan gerak motorik halus yang tidak sebaik anak lain, sehingga bisa mengalami kesulitan saat memegang pensil, alat makan, dan lain-lain.
- Melatih koordinasi tangan dan kaki bayi. Bayi yang melewatkan tahapan merangkak dianggap bisa mengalami hambatan saat belajar memakai baju sendiri, atau saat melakukan aktivitas olahraga.
- Melatih komunikasi antara otak kiri dan kanan yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran.
Lalu, bagaimana kalau anak Bunda termasuk bayi yang melewati tahapan merangkak dan langsung berdiri serta berjalan? Apakah hal ini berarti kematangan saraf si kecil terganggu? Bunda tak perlu khawatir, karena kenyataannya tak semua anak yang melewati tahapan merangkak akan mengalami masalah saat dewasa.
Malah, sebenarnya perdebatan mengenai wajib atau tidaknya tahap merangkak masih terus berlangsung di kalangan ahli perkembangan anak. Yang penting adalah Bunda tetap memberikan stimulasi lain yang memberikan manfaat sama dengan merangkak untuk melatih si kecil. Selain stimulasi motorik seperti merangkak, stimulasi pada ke-5 indera si kecil juga penting bagi kematangan saraf bayi. Stimulasi dini dalam perawatan bayi sehari-hari, seperti saat mandi, sangat penting karena dilakukan secara rutin serta mudah dilakukan.
Sumber:
http://www.parenting.com/article/do-babies-need-to-crawl
http://www.medcentral.org/main/Whatssoimportantaboutcrawling.aspx http://health.okezone.com/read/2013/11/20/483/900032/anak-merangkak-tanda-kematangan-saraf-tubuh

