Menjalankan Ritual Kecantikan Selama Kehamilan

30 July 2017

Seorang wanita biasanya memiliki banyak ‘ritual kecantikan’ yang dijalani secara rutin, mulai dari creambath, lulur, mewarnai rambut, mencukur bulu-bulu halus di tubuh, dll. Tapi apakah semua ritual itu aman dilakukan ketika Bunda sedang hamil? Apalagi wanita hamil sangat disarankan untuk mengurangi, bahkan menghindari bahan kimia yang tidak perlu demi menjaga kesehatan janin dalam kandungannya.

Karena itu, untuk tetap sehat dan

cantik saat hamil, ada baiknya Bunda menyimak penjelasannya berikut ini. Mewarnai, Mengkeriting, atau Meluruskan Rambut secara Permanen Penelitian menunjukkan bahwa cat rambut hanya terserap oleh kulit kepala dalam jumlah sedikit, sehingga tidak membahayakan janin. Zat kimia dalam pewarna rambut juga tidak terbukti menimbulkan masalah kehamilan.

Tapi kalau Bunda masih khawatir, ada baiknya Bunda menunda pewarnaan rambut di trimester pertama dan menunggu sampai Bunda mencapai trimester kedua, karena pada trimester pertama adalah saat ketika organ penting tubuh bayi mulai terbentuk. Selain itu, warnai rambut di salon yang memiliki ventilasi baik, sehingga Bunda tidak menghirup bahan kimia yang berlebihan. Bila perlu, pewarna rambut alami seperti henna adalah pilihan yang paling aman. Dengan begitu, Bundabisatetapmenjagakesehatankandungan Bunda sekaligus tampil cantik saat hamil.

Pijat dengan Minyak Aromatherapy atau Essential Oil Pijat selama kehamilan sangat membantu untuk menenangkan Bunda. Tapi, penggunaan minyak aromatherapy atau essential oil perlu dilakukan dengan hati-hati. Ada beberapa aromatherapy dan essential oils yang sering diasosiasikan dengan memicu kontraksi dini, meningkatkan tekanan darah, dll, misalnya kayu manis, pala, rosemary, basil, cedar, jasmine, sage, peppermint, dan juniper berry. Karena itu, sebaiknya Bunda menginformasikan pihak salon bahwa Bunda sedang hamil, sehingga mereka bisa memilih produk terbaik dan paling aman untuk Bunda.

Waxing dan Bikini Wax Menghilangkan bulu di tubuh Bunda dengan waxing dan bikini wax justru lebih aman dibandingkan menghilangkannya menggunakan krim khusus yang merontokkan rambut. Tapi perlu diingat, peredaran darah menuju kulit Bunda meningkat selama kehamilan. Akibatnya, waxing akan terasa semakin menyakitkan! Peredaran darah yang pecah di permukaan kulit juga bisa terjadi, walaupun tidak berbahaya. Jadi kalau sebelum hamil pun Bunda sudah kewalahan menahan rasa sakit saat waxing, ada baiknya Bunda mencukur bulu halus Bunda dengan cara biasa selama kehamilan.

Berendam Air Panas atau Sauna Spa, berendam di Jacuzzi atau menikmati sauna sering jadi pilihan yang menenangkan. Tapi selama kehamilan, Bunda disarankan untuk menghindari berendam dalam air yang terlalu panas atau menikmati sauna. Suhu yang terlalu tinggi bisa mengurangi peredaran darah menuju bayi, sehingga membahayakan kesehatannya. Untuk amannya, berendam dengan air hangat untuk meredakan pegal di tubuh Bunda sudah cukup.

Tetap merawat diri untuk tetap tampil cantik saat hamil memang tidak ada salahnya.Asal dilakukan dengan hati-hati, Bunda tidak akan membahayakan kesehatan Bunda dan janin Bunda. Tapi untuk amannya, ada baiknya Bunda berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum menjalani ritual kecantikan Bunda.

Sumber: http://www.parents.com/advice/pregnancy-birth/my-pregnant-body/is-it-safe-to-get-a-bikini-wax-during-pregnancy/ http://www.essentialbaby.com.au/pregnancy/pregnancy-health/what-is-safe-during-pregnancy-20110726-1hyak.html http://www.bodyandsoul.com.au/parenting+pregnancy/pregnancy/the+dos+and+donts+during+pregnancy,12855 http://www.justmommies.com/articles/hair-dye-and-pregnancy.shtml http://www.ssmedcenter.com/healthy_pregnancy/what_to_avoid.cfm

Go to Top