Saat memandikan si kecil, tiba-tiba Bunda menemukan ruam kemerahan di bokongnya? Bisa jadi si kecil mengalami ruam popok alias diaper rash! Kalau si kecil mengalami diaper rash, tak perlu panik, ya. Coba simak hal-hal berikut ini yang biasa jadi penyebab diaper rash. Apakah kira-kira salah satu hal ini yang menyebabkan ruam pada si kecil?
Kenali 6 Hal yang Menyebabkan Ruam Pada Si Kecil
- Pemakaian popok kotor terlalu lama Kotoran si kecil mengandung kuman dan bakteri yang bisa mengiritasi kulit sensitifnya. Karena itulah popok kotor yang tak segera diganti bisa menyebabkan diaper rash.
- Makanan yang ia atau Bunda konsumsi Ketika si kecil mulai makan makanan pengganti ASI, ia akan semakin sering buang air besar. Selain itu, kandungan dalam kotorannya juga bisa berubah, sehingga meningkatkan risiko diaper rash. Tapi kalau si kecil masih menyusui, bisa jadi penyebab ruam popoknya adalah makanan yang Bunda nikmati.
- Penggunaan produk bayi baru Produk bayi yang baru pertama kali digunakan si kecil, misalnya popok, baby cream, atau baby oil, bisa jadi menyebabkan iritasi dan diaper rash. Maklum saja, produk yang berbeda biasanya terbuat dari bahan yang berbeda pula sehingga reaksi kulit bayi pada produk yang berbeda juga akan berbeda pula.
- Infeksi bakteri atau jamur Infeksi bakteri atau jamur yang dialami bayi pada bagian tubuhnya yang lain bisa menyebar ke area popoknya. Maklum saja, area popok yang lembap dan hangat adalah tempat berkembang biak bakteri yang baik.
- Popok atau pakaian yang terlalu kecil Gesekan antara kulit bayi dengan popok atau pakaiannya bisa menyebabkan ruam. Karena itu, gunakanlah popok dan pakaian dengan ukuran yang sesuai.
- Antibiotik Antibiotik yang diminum si kecil atau Bunda yang masih menyusui bisa membunuh bakteri baik yang membantu mencegah pertumbuhan jamur pada kulit. Karena itulah, konsumsi antibiotik bisa menyebabkan masalah ruam popok pada bayi.
Kalau salah satu hal di atas memang sedang dialami si kecil, bisa jadi hal itulah yang menyebabkan diaper rash pada si kecil. Setelah menemukan penyebabnya, Bunda pun dapat dengan mudah mengatasi masalah diaper rash dan mencegahnya datang kembali.
Sumber:
http://www.webmd.com/parenting/diaper-rash-treatment-13/diaper-rash-causes
http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diaper-rash/basics/causes/con-20019220

