Mengajari si Kecil Bersepeda

30 July 2017

Stimulasi sistem vestibular merupakan bagian penting dari tumbuh kembang anak. Sistem tubuh ini tak hanya berperan penting pada keseimbangan tubuh serta gerak motorik kasar dan halus, tapi juga pada postur dan koordinasi tubuh, serta kemampuan penglihatan anak. Lalu, permainan ayah dan anak seperti apa yang bisa Ayah lakukan untuk menstimulasi sistem vestibular si kecil? Bermain aktif dengan gerakan seperti berputar, melompat, dan berayun merupakan contoh mudah stimulasi sistem vestibular.

Bersepeda yang membutuhkan koordinasi gerakan kedua sisi anggota tubuh juga bisa jadi contoh mudah permainan ayah dan anak yang juga jadi stimulasi sistem vestibular yang baik. Bersemangat mengajak si kecil bersepeda bersama? Simak dulu beberapa langkah mengajarkan si kecil bersepeda berikut ini:

  1. Sepeda roda empat Langkah pertama belajar bersepeda adalah memastikan si kecil sudah bisa mengayuh pedal dan mengendalikan sepeda dengan benar. Setelah si kecil mengerti cara mengayuh pedal dan mengendalikan sepeda yang tepat, ia bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.
  2. Sepeda keseimbangan Sebelum bisa menggunakan sepeda roda dua dengan baik, anak harus melatih keseimbangannya. Caranya, gunakan sepeda roda dua dengan posisi sadel yang cukup rendah sehingga anak bisa menjejakkan kakinya dengan mudah. Lalu, biarkan anak duduk di sadel sepeda dan bergerak maju dengan menjejakkan kakinya. Jadi, anak melatih keseimbangannya di atas sepeda tanpa mengayuh pedal sepedanya. Setelah anak terlatih keseimbangannya, ia bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.
  3. Sepeda roda dua Setelah anak mampu mengayuh sepeda dengan baik dan mampu menjaga keseimbangannya di atas sepeda, Ayah bisa mulai mengajarinya bersepeda. Saat si kecil bersepeda, pegangi dulu bagian belakang sepedanya. Setelah itu, perlahan-lahan Ayah bisa mulai melepaskan si kecil agar ia bisa bersepeda sendiri. Tapi ingat, beritahu si kecil dulu kalau Ayah akan melepaskan pegangan Ayah. Kalau si kecil terjatuh saat Ayah melepaskan pegangan Ayah secara tiba-tiba, bisa jadi ia tak lagi percaya pada Ayah dan menolak untuk mencoba bersepeda lagi.

Setelah si kecil semakin mahir bersepeda, Ayah pun bisa mengajak si kecil bersepeda bersama. Permainan ayah dan anak ini merupakan salah satu kegiatan bermain aktif yang punya banyak manfaat untuk kemampuan kognitif anak. Biasanya, anak sudah siap untuk belajar bersepeda roda dua saat ia berusia 5 tahun.

Indikasi lain kesiapan anak untuk bersepeda adalah bila ia telah bisa berdiri dengan satu kaki selama 10 detik atau bila ia telah bisa berlari sambil menendang bola.Sudah siap bersepeda bersama si kecil? Sumber: familyfitness.about.com todaysparent.com medcentral.org

Go to Top