“Jangan digendong terus, ah. Nanti ‘bau tangan’ lho.“ Bunda mungkin pernah mendengar kalimat di atas diucapkan oleh orang-orang di sekeliling Bunda yang melihat Bunda sering menggendong si kecil. Maklum, memang ada kepercayaan bahwa bayi yang terlalu sering digendong akan menjadi manja dan selalu minta digendong oleh orang terdekatnya alias ‘bau tangan’. Padahal, kenyataannya menggendong bayi punya banyak manfaat untuk bayi.
William dan Martha Sears, penulis The Baby Book, bahkan menyatakan bahwa menggendong bayi merupakan salah satu cara untuk menstimulasi sistem vestibular-nya, sehingga bayi tumbuh dan bernafas dengan lebih baik, serta membantu mengembangkan kemampuan motoriknya. Tapi, terlalu sering menggendong bayi tentu melelahkan dan kurang praktis. Baby carrier alias gendongan bayi bisa jadi perlengkapan bayi baru lahir yang dapat membantu Bunda menggendong si kecil. Dengan baby carrier, tangan Bunda lebih bebas bergerak dibandingkan kalau Bunda harus menggendong si kecil dengan cara biasa.
Perlengkapan bayi baru lahir ini juga membantu Bunda menggendong bayi dengan lebih aman karena si kecil jadi tidak mudah terjatuh dari gendongan Bunda. Namun, tentu saja Bunda harus jeli memilih baby carrier yang berkualitas dari sekian banyak jenis dan merk baby carrier yang tersedia di pasaran. Beberapa tips berikut ini bisa membantu Bunda memilih baby carrier yang aman dan berkualitas: Baby carrier harus bisa menyangga kepala, leher, dan punggung bayi dengan baik.
Perlu diingat juga bahwa tulang punggung bayi yang baru lahir memang masih melengkung secara alami, menyerupai huruf ‘C’. Karena itu, baby carrier juga harus bisa menjaga bentuk alami punggung bayi. Pastikan Bunda masih tetap bisa melihat si kecil secara langsung saat menggendongnya, terutama jika ia baru lahir.Baby carrier juga tidak boleh menghalangi jalan udara bayi saat ia berada di dalamnya. Idealnya, posisi bayi saat digendong adalah ketika lututnya berada lebih tinggi dari bokongnya dengan posisi kaki menyerupai posisi jongkok.
Jadi, coba dulu menggendong si kecil dengan baby carrier tersebut sebelum membelinya sehingga Bunda bisa memilih baby carrier yang membantu si kecil untuk berada dalam posisi ideal ini. Baby carrier harus cukup ketat agar bayi tidak mudah jatuh, tapi tidak terlalu ketat agar tidak mengganggu pernafasannya. Pastikan bahwa posisi dagu bayi yang sedang digendong tidak menempel ke dadanya, sehingga pernafasannya tidak terganggu. Dengan panduan keamanan baby carrier di atas, maka baby carrier yang memposisikan bayi menghadap ke depan tidak direkomendasikan, karena jenis baby carrier ini memposisikan bayi untuk bersandar pada dada penggendongnya dan memaksa punggung bayi menjadi lurus.
Padahal, seperti yang disebutkan di atas, punggung bayi yang baru lahir masih agak melengkung secara alamiah. Selain itu, posisi bayi yang digendong menghadap ke depan juga membuat berat badan bayi bertumpu pada bagian selangkangannya, dan bukannya menyebarkan berat bayi pada bokong dan pahanya seperti seharusnya. Seperti sepatu dan pakaian, kenyamanan baby carrier tergantung dari banyak faktor, termasuk dari bentuk tubuh bayi. Karena itu, tidak ada satu jenis baby carrier yang cocok untuk semua bayi. Jadi, cara terbaik untuk memilih baby carrier untuk si kecil adalah dengan mencoba berbagai jenis baby carrier sebelum membelinya.
Lalu, pilihlah baby carrier yang paling nyaman dan memenuhi syarat keamanan yang disebutkan di atas. Dengan baby carrier dan perlengkapan bayi baru lahir yang tepat, baik Bunda maupun si kecil akan merasa nyaman, dan keamanan bayi tetap terjaga. Sumber: babywearinginternational.org/what-is-babywearing/Safety/ nct.org.uk/parenting/babywearing-and-how-choose-sling lalecheleague.org/nb/nbnovdec04p204.html Klik tombol tag untuk baca artikel yang berhubungan lainnya

