Zwitsal | Kenali Anak Permainan Ini untuk Melatih Kemampuan Sosialnya

30 July 2017

 Manusia adalah makhluk sosial. Untuk bisa bertahan hidup, manusia membutuhkan interaksi sosial dengan orang lain. Karena itulah kemampuan sosial yang baik merupakan salah satu hal penting yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan ini bahkan termasuk dalam salah satu multiple intelligence yang dimiliki setiap orang, yaitu kecerdasan interpersonal.

Tapi tentu saja, untuk mengembangkan multiple intelligence ini seoptimal mungkin, Bunda perlu memberikan stimulasi pada anak sejak dini. Bermain merupakan cara terbaik bagi anak untuk belajar. Hal ini juga berlaku untuk pengembangan multiple intelligence dan kecerdasan interpersonal anak. Beberapa contoh permainan yang bisa membantu anak mengembangkan kemampuan sosialnya adalah:

  1. Bermain dengan balok kayu Saat sekelompok anak bersama-sama membuat sesuatu dengan balok kayu atau mainan sejenisnya, mereka harus berkomunikasi dan bekerja sama. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa anak yang mendapat waktu untuk melakukan permainan yang mendorongnya untuk bekerja sama dengan baik akan memiliki kemampuan sosial yang lebih baik daripada anak yang hanya diberikan latihan bahasa yang diperlukan dalam interaksi sosial.
  2. Bermain peran & sandiwara Bermain ‘pura-pura’ di mana anak didorong untuk meniru interaksi sosial yang terjadi di kehidupan nyata adalah cara mudah untuk mengajarkan kemampuan sosial yang baik, karena permainan ini membantu anak memahami cara berperilaku dalam berbagai situasi umum. Misalnya, Bunda dan si kecil menirukan interaksi yang terjadi saat anak berada di restoran. Dengan cara ini, anak mempelajari cara yang baik untuk memesan, menikmati, dan membayar makanannya. Berbagai interaksi sosial lain juga bisa Bunda perankan dalam permainan sandiwara dengan si kecil.
  3. Bermain dalam tim Permainan dalam tim, misalnya permainan olahraga atau permainan lain seperti tebak kata, yang mendorong anak untuk bekerja sama dalam tim akan melatih kemampuan sosialnya. Ajari pula anak mengenai sikap yang tepat bila ia menang (misalnya tidak boleh mengejek kawan yang kalah), sikap yang benar bila ia kalah (misalnya tidak menyalahkan orang lain atas kekalahannya), cara bekerja sama yang baik dengan teman dalam satu tim-nya, dan lain-lain.

Kebanyakan orang mungkin mengira bahwa mendorong anak untuk bermain dengan teman-teman sebayanya merupakan cara paling tepat untuk mengajarkan kemampuan sosial yang baik pada anak. Tapi, peran orang tua dalam mengembangkan kemampuan sosial anak masih dibutuhkan karena orang tua lebih mengerti mengenai emosi anak dibandingkan teman-teman sebayanya. Jadi, ketika si kecil melakukan interaksi sosial yang kurang tepat, orang tua bisa memperbaikinya menjadi interaksi sosial yang baik.

Hal ini tentu tidak bisa dilakukan oleh teman sebaya si kecil yang juga masih belum memiliki kemampuan sosial yang baik. Sumber: parentingscience.com/social-skills-activities.html parentingscience.com/preschool-social-skills.html

Go to Top