Imunisasi yang Wajib bagi Bayi

30 July 2017

Sistem kekebalan tubuh bayi yang baru lahir memang perlu waktu untuk bisa bekerja dengan sempurna. Karena itulah bayi lebih rentan terhadap berbagai penyakit serta komplikasinya dibandingkan orang dewasa. Untungnya, kemajuan dunia medis memberikan solusi dalam bentuk imunisasi yang bisa membantu mencegah berbagai penyakit berbahaya pada bayi sebagai cara Bunda untuk merawat bayi baru lahir.

Menurut skema imunisasi dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia, ada 5 imunisasi yang wajib diberikan kepada bayi, yaitu:

1.       BCG

Imunisasi ini mencegah penyakit tuberculosis alias TB (dulu disebut TBC) yang paling sering menyerang paru-paru. Imunisasi BCG diberikan sejak bayi lahir atau paling lambat sebelum bayi berusia 3 bulan. Kalau bayi sudah berusia 3 bulan, ia harus diuji tuberkulin untuk mengetahui apakah sudah ada bakteri penyebab TB dalam tubuhnya atau tidak. Imunisasi baru bisa diberikan bila hasil uji tuberkulin negatif.

2.       Polio

Lindungi si kecil dari virus polio yang menyebabkan kelumpuhan dengan imunisasi polio. Imunisasi ini biasa diberikan sejak bayi lahir, tepatnya sebelum bayi dipulangkan dari rumah sakit untuk menghindari transmisi virus vaksin pada bayi lain. Vaksin ini kembali diberikan saat bayi berusia 2, 4, dan 6 bulan, lalu dilakukan kembali saat bayi berusia 18 bulan dan 5 tahun

3.       DTP

Penyakit difteri (infeksi saluran pernafasan), tetanus (infeksi bakteri pada luka yang terjadi pada tubuh), serta pertusis (batuk rejan) bisa dicegah dengan vaksinasi DTP pada usia 6 minggu, 4 bulan, dan 6 bulan. Imunisasi ini biasanya dilakukan lagi pada anak usia 18 bulan, 5 tahun, dan 12 tahun.

4.       Campak

Imunisasi ini melindungi anak dari penyakit campak dan diberikan pada saat anak berusia 9 bulan. Vaksin penguatnya lalu diberikan pada saat anak berusia 5-7 tahun.

5.       Hepatitis B

Virus Hepatitis B bisa menyebabkan kerusakan pada hati. Untuk melindungi anak dari penyakit ini, imunisasi sebaiknya dilakukan 12 jam setelah bayi lahir, pada bayi usia 1 bulan, lalu saat bayi berusia 3-6 bulan. Yang perlu diingat adalah harus ada interval waktu setidaknya 4 minggu dari vaksinasi pertama hingga vaksinasi kedua.

Salah satu faktor penting untuk merawat bayi baru lahir adalah menjaga kesehatannya. Selain 5 imunisasi wajib di atas, ada beberapa imunisasi tambahan lain yang disarankan, yaitu Hib, Influenza, Pneumokokus (PCV), MMR (Measles, Mumps, Rubella), Tifoid, Hepatitis A, Varisela, dan HPV yang disarankan untuk mencegah radang paru-paru, radang selaput otak (meningitis), campak Jerman, Hepatitis A, dan kanker mulut rahim. Merawat bayi baru lahir hingga anak tumbuh besar dengan sehat tentu jadi tujuan Bunda, kan?

Sumber: parenting.co.id/article/bayi/5.imunisasi.wajib.bagi.bayi/001/002/252 parenting.co.id/article/bayi/imunisasi.wajib.vs.yang.dianjurkan/001/002/195 idai.or.id/wp-content/uploads/2013/02/Jadwal_Imunisasi_IDAI2011.pdf

Go to Top