Dalam melakukan pijat bayi, memang ada berbagai teknik dengan manfaat berbeda yang bisa Bunda berikan pada si kecil. Tiap bayi bahkan biasanya menyukai teknik yang berbeda pula. Misalnya, ada bayi yang lebih suka dipijat kakinya daripada bagian perutnya. Karena perbedaan ini, Bunda tak perlu khawatir kalau cara baby spa dirumah yang Bunda lakukan berbeda dengan cara baby spa dirumah yang dilakukan oleh ibu lain. Teknik manapun yang Bunda lakukan, yang penting adalah Bunda melakukannya dengan tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Perhatikan juga reaksi dari si kecil untuk menentukan mana yang ia sukai dan tidak ia sukai. Teknik dan cara baby spa dirumah, terutama teknik pijat bayi, boleh berbeda-beda. Tapi, ada kesamaan yang harus Bunda ikuti, yaitu saat-saat ketika pijat bayi tidak disarankan untuk dilakukan pada si kecil. Beberapa waktu yang kurang tepat untuk melakukan pijat bayi adalah:
- Saat bayi sedang sakit atau demam.
- Saat kulit bayi sedang terluka, ruam, memar, ataupun lecet.
- Setelah imunisasi. Sebaiknya Bunda menunggu 48 jam setelah imunisasi sebelum mulai memberikan pijat bayi lagi kepada si kecil.
- Saat bayi baru makan. Tunggu sampai setidaknya 30 menit setelah bayi makan atau menyusu sebelum memberikan pijat bayi pada si kecil.
- Saat bayi sedang rewel. Kalau suasana hati si kecil sedang kurang baik, jangan memaksanya untuk menerima pijat bayi. Ia tidak hanya akan menjadi semakin rewel, tapi manfaat pijat bayi juga tidak akan ia dapat dengan maksimal
- Saat bayi sedang tidur. Kalau si kecil sedang tidur, Bunda tak perlu membangunkannya untuk pijat bayi, ya. Tunggu saja sampai ia terjaga dan merasa segar setelah tidur, baru berikan pijat bayi untuknya.
Pemilihan waktu pijat yang tepat juga harus disesuaikan dengan keadaan si kecil. Ada bayi yang lebih suka dipijat setelah mandi, sebelum tidur, atau di pagi hari. Kondisikan saja kebiasaan pijat bayi dengan si kecil, ya. Sumber: cyh.com/healthtopics/healthtopicdetails.aspx?p=114&np=301&id=1883#1 harhealthpromotion.co.uk/hastings/database/08.DL002.pdf

