Zwitsal | Ketahui Dampak Positif dan Negatif Anak Menonton TV

30 July 2017

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 terhadap 1.314 orang anak menunjukkan bahwa semakin banyak TV yang ditonton oleh anak umur 2 ½ - 4 ½ tahun, maka semakin kecil pula kemungkinan dia untuk berolahraga pada umur 10 tahun. Terlalu banyak menonton TV juga dihubungkan pada masalah berat badan dan prestasi sekolah yang rendah.

Tapi apakah balita Bunda sama sekali tidak boleh menonton TV? American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa beberapa acara TV tertentu memiliki beberapa manfaat, misalnya mendukung aspek positif dari perilaku sosial, seperti berbagi, sopan santun, dan bekerja sama. Tapi acara TV juga memiliki beberapa efek negatif, seperti perilaku agresif dan kasar, prestasi buruk di sekolah, obesitas, serta masalah terlambatnya perkembangan bahasa pada anak di bawah umur 2 tahun yang menonton TV.

Para ahli pendidikan anak masih belum mencapai kesepakatan mengenai batas maksimal balita menonton TV setiap hari. Tapi pada dasarnya balita Bunda boleh menonton TV sesekali, asalkan acara TV yang dia tonton bersifat edukatif, sesuai dengan umur si kecil, dan membantu perkembangan belajar balita. Misalnya, pilihlah acara yang mengajarkan angka, huruf, atau nama binatang pada si kecil. Selain mengawasi materi acara TV yang dia tonton, Bunda juga sebaiknya ikut menemani si kecil saat dia menonton TV. Jangan gunakan TV sebagai pengganti baby sitter Bunda.

Bunda harus tetap berinteraksi dengan si kecil saat dia sedang menonton TV, misalnya ikut bernyanyi, bertepuk tangan, bahkan menari bersama si kecil mengikuti acara yang sedang dia tonton. Jadikan acara menonton TV sebagai kegiatan interaktif yang masih tetap mendukung tumbuh kembang  balita, baik secara fisik maupun sosial.

Sumber: http://www.netplaces.com/get-ready-for-baby/chapter-18-playtime-with-baby/tv-time-with-baby.htm

Go to Top