Saat memulai sebuah keluarga, siapapun pasti menginginkan keharmonisan keluarga yang tetap terjaga dan keluarga tetap bersama menjalani hidup dengan semua kebahagiaan dan rintangannya. Ayah pun tentu ingin agar Ayah bisa membesarkan si kecil bersama Bunda, menjalani perannya masing-masing sebagai orang tua demi tumbuh kembang anak yang optimal, baik secara fisik maupun emosional.
Tapi kadang-kadang kehidupan mengharuskan Ayah untuk membesarkan bayi baru lahir seorang diri. Kalau hal tersebut terjadi, apa yang harus Ayah lakukan? Menjalani peran sebagai orang tua memang sulit, apalagi kalau Ayah harus menjalaninya sendirian. Hal ini karena biasanya Ayah dan Bunda memiliki peran yang berbeda dalam membesarkan anak. Ayah biasanya berperan sebagai orang tua yang lebih ‘keras’ dan sebagai penentu peraturan dan kedisiplinan dalam rumah, sedangkan Bunda menjadi orang tua yang berempati pada anak.
Saat harus menjadi single parent, Ayah tentu harus mencari keseimbangan untuk bisa menjalani kedua peran tersebut untuk anak. Hal ini tentu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Lalu, apa yang bisa dilakukan Ayah bila harus menjalani peran sebagai orang tua tunggal? Beberapa tips berikut ini semoga bisa membantu Ayah:
1. Terapkan peraturan dan disiplin pada anak Kemungkinan besar Ayah akan merasa bersalah karena tidak bisa memberikan keluarga yang utuh untuk anak. Tapi, jangan biarkan rasa bersalah itu mengganggu peran Ayah dan membuat Ayah jadi memanjakan anak. Tetap terapkan batasan, peraturan dan kedisiplinan pada anak.
2. Jangan ragu menunjukkan kasih sayang Ayah pada anak Walaupun Ayah tidak boleh memanjakan anak, bukan berarti Ayah tidak bisa menunjukkan kasih sayang Ayah pada si kecil. Tetap puji anak bila ia melakukan suatu prestasi. Luangkan pula waktu untuk melakukan hal yang disukai anak.
3. Jaga diri sendiri Menjalankan peran orang tua tunggal tentu tak mudah dan melelahkan. Karena itu, jaga kondisi kesehatan Ayah, baik kesehatan fisik maupun emosional. Jangan lupa pula untuk tetap melakukan hal yang Ayah sukai dan membuat Ayah merasa berbahagia.
4. Tetap positif Kalau Ayah mengalami kesulitan dalam menjalani peran orang tua tunggal, tak ada salahnya untuk bersikap jujur pada anak. Jaga komunikasi positif dengan anak, sehingga ia mengerti kesulitan yang sedang Ayah alami. Bahkan, bukan tidak mungkin jika ia justru dapat membantu Ayah mengatasi masalah.
5. Perhatikan perasaan anak Jangan lupa, anak juga merasakan berbagai perasaan negatif seperti rasa takut atau marah ketika ia tak bisa mendapatkan kedua orang tuanya dalam hidupnya. Pastikan anak tahu bahwa ia bisa membicarakan tentang perasaannya atau hambatan yang sedang ia alami kepada Ayah. Perjalanan Ayah menjadi single parent bukanlah perjalanan yang mudah ataupun singkat. Tapi, Ayah tetap bisa membuatnya menjadi perjalanan yang menyenangkan dan penuh arti untuk Ayah dan si kecil. Sumber: fatherhood.org mayoclinic.org

