Bermain untuk Kecerdasan Majemuk Anak

30 July 2017

Cara belajar efektif pada balita dan anak-anak jelas berbeda dengan cara belajar ketika mereka telah remaja dan dewasa. Balita dan anak-anak tentu tak bisa dipaksa duduk di kelas selama berjam-jam dan menghafal begitu banyak materi pelajaran. Cara belajar yang efektif pada balita dan anak-anak adalah bermain serta aktif mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya.

Beberapa penelitian eksperimental menunjukkan bahwa anak-anak memiliki perhatian yang lebih baik pada pelajaran yang diberikan setelah mereka mendapatkan istirahat singkat di mana mereka bisa bermain dengan bebas tanpa arahan dari orang dewasa. Penelitian lain menunjukkan bahwa pelajar Cina dan Jepang yang dianggap sebagai pelajar yang paling berprestasi di dunia mendapatkan istirahat singkat setiap 50 menit sekali di sekolah. Hal ini menunjukkan hubungan antara bermain dengan proses belajar. Berikut ini adalah beberapa contoh jenis permainan serta manfaatnya pada pengembangan multiple intelligence anak, di antaranya:

  1. Permainan sandiwara Pernah bermain ‘pura-pura’ bersama si kecil? Misalnya ketika si kecil berperan sebagai guru bagi boneka mainannya yang menjadi muridnya atau ketika si kecil bermain masak-masakan dan membuatkan makanan yang lezat untuk Bunda. Psikolog Edward Fisher menemukan bahwa permainan ‘pura-pura’ atau sandiwara seperti ini punya manfaat positif pada kemampuan linguistik dan sosial/interpersonal anak. Dialog serta kondisi situasional yang dikembangkan anak dalam permainan ini meningkatkan kemampuan bahasa, memperluas kosa kata, serta mengembangkan kemampuan anak dalam berinteraksi dengan orang lain.
  2. Blok mainan Blok kayu sederhana yang penuh warna ternyata kaya manfaat untuk proses perkembangan multiple intelligence anak. Secara langsung, permainan ini melatih kemampuan motorik dan kecerdasan kinestetik anak serta kecerdasan spasial dan kreativitas anak. Bila anak bermain bersama orang tua atau temannya, blok mainan juga melatih kemampuan sosial/interpersonal serta kecerdasan linguistik anak.
  3. Bermain aktif Berlari, menendang, melempar, serta permainan lain yang mendorong anak untuk bergerak aktif akan melatih gerak motorik anak, sehingga akan mengasah kecerdasan kinestetiknya. Tapi, manfaat bermain aktif tak berhenti pada kecerdasan kinestetik saja. Gerak aktif akan meningkatkan aliran darah pada tubuh yang memberi makan otak serta meningkatkan aktivitas otak dan hubungan antara saraf-saraf pada otak.

Selain permainan yang disebutkan di atas, masih banyak permainan lain yang punya segudang manfaat terhadap perkembangan multiple intelligence anak. Permainan yang dibutuhkan anak tidak melulu permainan mahal yang rumit, kok. Permainan sederhana pun memberikan manfaat bagi kecerdasannya, terutama bila Ayah atau Bunda ikut bermain bersama si kecil untuk memberikan stimulasi tambahan baginya. Jadi teman bermain si kecil, yuk!

Sumber: earlychildhoodnews.com/earlychildhood/article_view.aspx?ArticleID=360 parentingscience.com/benefits-of-play.html parentingscience.com/toy-blocks.html

Go to Top