Zwitsal | Amankah Berhubungan Seks saat Hamil?

30 July 2017

Pada prinsipnya, berhubungan intim saat hamil aman dilakukan, baik bagi ibu hamil maupun janin. Namun, tetap perhatikan beberapa poin berikut:

Konsultasikan dulu dengan dokter kandungan bunda. Terutama apabila bunda pernah mengalami kehamilan yang beresiko. Seperti, pernah mengalami keguguran, memiliki riwayat kelahiran prematur, pernah mengalami kondisi plasenta yang menutup jalan lahir (placenta previa), pernah mengalami pendarahan dalam vagina yang tidak bisa dicari penyebabnya, cairan ketuban terlalu sedikit, maupun kondisi kehamilan beresiko tinggi lainnya.

  • Menunda kegiatan seks di trimester pertama atau sampai kehamilan berusia 12 minggu karena dikhawatirkan memicu resiko keguguran. Walaupun menurut pakar keguguran di trimester pertama lebih banyak disebabkan oleh keabnormalan kromosom atau problem pada perkembangan janin, sebaiknya menunggu hingga usia kehamilan sudah lebih matang.
  • Sebaiknya menggunakan kondom. Menurut penelitian, sperma memiliki kandungan zat prostaglandin yang dapat memicu kontraksi pada rahim. Jadi, untuk menghindari ini sebaiknya tetap menggunakan kondom.
  • Lakukan dengan posisi yang Aman dan Nyaman. Berbaring atau terlentang adalah posisi yang perlu dihindari oleh ibu hamil, karena hal ini dapat membuat vena rahim menekan vena besar, jadi posisi misionaris dimana pria berada di atas tubuh wanita, tidak lagi menjadi posisi ideal bagi ibu hamil. Yang paling penting dari posisi berhubungan intim adalah jangan meletakan berat badan pria ke perut ibu hamil atau batasi tekanan-tekanan di perut ibu hamil
  • Membaca keadaan tubuh. Saat hamil, bunda kerap kali merasa pegal, pusing, mual dan berbagai keluhan tubuh lainnya. Saat bunda merasa kondisi badan bunda tidak fit atau tidak mood, boleh lho menolak halus ajakan suami. Kesehatan bunda, apalagi janin, tentu jadi prioritas saat ini, kan?
  • Sumber:

Bidanku.com Mommiesdaily.com

Go to Top