Bepergian dengan Pesawat saat Hamil

30 July 2017

Saat hamil, kadang-kadang ibu harus melakukan perjalanan bepergian. Seperti perjalanan ke luar kota atau ke luar negerti untuk urusan pekerjaan juga tidak dapat dihindarkan. Bahkan, bepergian untuk berlibur saat hamil disarankan oleh dokter kandungan agar ibu hamil dapat menikmati kehamilannya. Sampai ada lelucon bahwa liburan saat hamil disarankan karena justru akan menjadi liburan terakhir berdua dengan suami sampai si anak baru lulus SMA!

Sebenarnya, tidak ada larangan bagi ibu hamil untuk bepergian dan melakukan perjalanan selama hamil, namun tentu semua tergantung ibu hamil dan kondisi kehamilannya.

Kekhawatiran- kekhawatiran yang sering muncul terutama apabila ibu hamil harus melakukan perjalanan menggunakan pesawat, seperti adanya radiasi kosmik di langit yang bisa membahayakan kesehatan si jabang bayi, tekanan udara dalam kabin pesawat yang tidak baik untuk ibu & janin, dan lain-lainnya. Tenang bunda, tekhnologi sudah canggih kok, tekanan udara & kadar oksigen dalam kabin dibuat sama dengan tekanan udara di permukaan laut, sehingga tidak perlu kuatir akan kekurangan oksigen selama didalam kabin.

Poin-poin ini harus dicermati sebelum merencanakan perjalanan:

  • Konsultasi dengan dokter kandungan. Perlu dilakukan sebelum melakukan perjalanan. Kalau perlu, minta juga surat keterangan dokter bahwa kondisi kehamilan aman untuk melakukan perjalanan. Surat ini untuk jaga-jaga apabila diminta oleh maskapai penerbangan yang memiliki kebijakan tertentu untuk penumpang berkondisi khusus seperti wanita hamil.
  • Disarankan melakukan perjalanan di trimester ke-2. Saat kehamilan berusia 14-27 minggu, bunda biasanya sudah lebih sehat dan fit. Mual-mual di pagi hari (morning sickness) juga biasanya sudah berkurang. Perjalanan di pesawat biasanya bisa menyebabkan mabuk udara, sehingga tidak disarankan untuk melakukan perjalanan pada kehamilan trimester pertama karena kebanyakan ibu hamil masih merasakan morning sickness. Tentunya bunda tidak ingin merasakan morning sickness dan mabuk udara secara bersamaan, kan?
  • Tidak disarankan melakukan perjalanan saat kandungan berusia 7 bulan ke atas. Terutama apabila kehamilannya beresiko, seperti pernah mengalami plasenta previa, pernah melahirkan secara premature, pernah mengalami keguguran.

Nah setelah mendapat ‘lampu hijau’ dari dokter kandungan, ikuti tips ini agar bunda tetap merasa nyaman selama di perjalanan:

  • Sebaiknya cek kebijakan dan peraturan maskapai pesawat terbang yang akan bunda gunakan. Setiap maskapai memiliki kebijakan yang berbeda mengenai penumpang berkondisi khusus, seperti ibu hamil
  • Pilih tempat duduk yang aksesnya mudah untuk ke toilet. Ingat lho, ibu hamil sering sekali harus pergi ke toilet
  • Gunakan pakaian dan sepatu yang nyaman, jangan menggunakan pakaian yang ketat, terutama di sekitar perut.
  • Tidak perlu membawa banyak barang dan barang-barang berat
  • Banyak-banyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi yang disebabkan rendahnya kelembaban udara dalam kabin pesawat
  • Bawa cemilan agar perut bunda tidak kosong dan permen pedas yang bisa membantu mengurangi rasa mual
  • Sementara hindari minuman dan makanan yang kira-kira bisa membuat perut tidak nyaman, seperti kopi, teh dan minuman bersoda
  • Gerakan kaki setiap 15 menit. Bisa meluruskan kaki, memutar pergelangan kaki, serta menggerak-gerakan ibu jari. Bisa juga dengan jalan-jalan di lorong pesawat.
  • Bisa meluruskan kaki, memutar pergelangan kaki, serta menggerak-gerakkan ibu jari

Have a safe trip, bunda!

Sumber:

Ayahbunda

The Urban Mama

Go to Top