Ibu yang memiliki bayi prematur (lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu), biasanya akan merasa cemas dan takut. Pasalnya, bayi prematur memiliki tingkat risiko komplikasi yang lebih tinggi daripada bayi yang lahir cukup umur. Tapi Bunda tidak perlu khawatir, bayi prematur tetap dapat tumbuh normal dan sehat seperti bayi lainnya. Namun, pada awal kelahiran merupakan masa dimana si kecil harus melewati proses penyesuaian yang tidak mudah dan singkat.
Tapi selebihnya, dengan selalu memperhatikan dan menjaga kondisi tubuh supaya selalu sehat, kesayangan Bunda akan dapat menjalankan kehidupan seperti layaknya anak-anak yang lahir sesuai dengan prediksi kelahirannya. Bayi yang terlahir prematur di rumah sakit umumnya langsung ditempatkan di ruang perawatan intensif bayi (NICU) dan dimasukkan ke dalam inkubator.
Perawatan di ruangan ini membutuhkan waktu yang beragam, mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung kondisi kesehatan bayi. Tapi, untuk memberikan perawatan bayi baru lahir pada si kecil, Bunda tidak perlu menunggu hingga ia boleh dibawa pulang. Semakin dini Bunda berpartisipasi dalam perawatan si kecil, maka akan semakin baik manfaatnya. Hal apa sajakah yang bisa dilakukan?
3 Hal Yang Bisa Bunda Lakukan Untuk Merawat Bayi Prematur
Teknik Kangguru Bayi prematur belum mampu mengatur suhu tubuhnya. Untuk membantunya, Bunda dapat melakukan teknik kangguru segera setelah ia lahir dengan menempatkannya di dada telanjang Bunda. Selain membantu menjaga suhu tubuhnya, teknik ini juga memudahkan proses menyusui, membantu meningkatkan berat badan bayi, dan meningkatkan bonding antara Bunda dan si kecil.
Pemberian ASI Agar si kecil dapat segera menerima ASI pertamanya, beritahu dokter bahwa Bunda ingin menyusui si kecil usai persalinan. Jika dokter belum mengizinkan, Bunda bisa memerah ASI dan memberikannya melalui bantuan perawat. Lakukan hal ini selama bayi masih berada di dalam inkubator ya, Bunda.
Interaksi Selain memberikan ASI, Ayah dan Bunda juga harus terus berinteraksi dengan si kecil, baik selama di rumah sakit maupun setelah ia dibawa pulang. Beberapa interaksi yang bisa dilakukan sebagai bagian dari perawatan bayi baru lahir prematur adalah menyentuh, mengajak bicara, dan memandikan. Ayah dan Bunda disarankan untuk menyentuh si kecil sesering mungkin. Sentuhan adalah salah satu terapi terbaik bagi perkembangannya. Lalu, berbicaralah kepadanya. Meski terlahir prematur, ia sudah dapat mengenali suara Bunda. Ayah dan Bunda dapat membacakan cerita atau bernyanyi untuknya.
Selain itu, memandikan si kecil pun dapat membantu proses perkembangannya. Tapi, di masa awal kelahiran si kecil, mungkin Bunda hanya bisa mengelap tubuhnya sebelum mulai memandikannya dengan air hangat. Ayah dan Bunda harus menikmati setiap momen perawatan bayi baru lahir walau si kecil terlahir prematur. Percayalah, dengan kasih sayang Ayah dan Bunda, si kecil akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Semangat terus ya, Bunda!
Sumber:
What to Expect when You’re Expecting; hal. 556-557
healthychildren.org
kidshealth.org
mayoclinic.org
americanpregnancy.org

