Masalah alergi makanan adalah hal yang perlu Bunda perhatikan saat mulai memperkenalkan MPASI (Makanan Pendamping ASI) kepada si kecil. Apalagi bila keluarga Bunda atau Ayah memiliki sejarah alergi makanan seperti alergi terhadap telur, makanan laut, dll. Keluarga dengan sejarah asma dan eczema juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami alergi terhadap makanan. Lalu, apa saja yang perlu Bunda ketahui tentang alergi pada bayi?
8 Makanan Alergenik Gejala alergi makanan biasanya mulai terlihat sekitar beberapa menit sampai 1 jam setelah makanan dikonsumsi. Akibat alergi makanan yang bisa terjadi di antaranya adalah kulit menjadi kemerahan, muntah, diare, nafas berbunyi, serta bengkak pada lidah, bibir, dan mata. Masalah ini bisa disebabkan oleh berbagai jenis makanan. Akan tetapi, sebanyak 90% dari kasus alergi makanan disebabkan oleh salah satu dari 8 jenis makanan berikut ini:
- Susu
- Telur
- Kacang tanah
- Kacang yang tumbuh di pohon, seperti kacang almond dan walnut
- Ikan
- Kerang-kerangan
- Kedelai
- Gandum
Beberapa jenis makanan lain yang juga bisa menyebabkan alergi namun dengan risiko yang lebih kecil adalah jagung, strawberry, dan berbagai jenis jeruk. Untuk menghindarinya, banyak dokter anak yang merekomendasikan agar menunda pemberian makanan berisiko alergi tinggi hingga si kecil berumur sekitar 9-10 bulan. Susu sapi disarankan untuk ditunda hingga bayi berusia 1 tahun, karena protein pada susu sapi bisa mengganggu lambung si kecil. Produk olahan susu lainnya seperti keju dan yoghurt justru tidak bermasalah karena protein dalam produk susu telah berubah karena proses pengolahan, sehingga tidak akan mengganggu perut bayi.
Penyebab Alergi Bila si kecil mengalami reaksi alergi karena makanan, Bunda harus menghentikan pemberian makanan tersebut pada si kecil. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mencari tahu jenis makanan yang menyebabkan alergi pada bayi Bunda:
- Catat makanan yang Bunda berikan pada si kecil dan perkenalkan jenis makanan baru pada si kecil secara bertahap. Tunggu sekitar 3-4 hari sebelum memperkenalkan jenis makanan baru yang lain pada si kecil untuk memberi waktu bagi reaksi alergi untuk muncul. Bila si kecil tidak mengalami alergi setelah 3-4 hari, berarti dia tidak alergi terhadap makanan tesebut.
- Tes alergi (radioallergosorbent test/RAST). Tes ini mengukur tingkat antibodi tubuh terhadap jenis protein dalam makanan tertentu. Tingkat antibodi yang tinggi mengindikasikan tingkat kemungkinan alergi.
Berhati-hati memperkenalkan jenis makanan baru pada si kecil akan membantu Bunda memperkecil akibat alergi pada bayi. Si kecil pun akan mendapatkan nutrisi yang tepat dari makanan sehat.
Sumber:
http://www.parents.com/baby/health/allergy/food-allergy-facts/
http://www.webmd.com/parenting/baby/baby-food-nutrition-9/introducing-new-foods?page=2
http://www.webmd.com/parenting/baby/baby-food-nutrition-9/introducing-new-foods
http://www.parents.com/baby/health/allergy/baby-food-allergy-facts-fiction/?page=4

