Meski tidak berbahaya, biang keringat pada kulit bayi patut diwaspadai agar tidak muncul infeksi. Semakin bertambah usia si Kecil, bertambah pula aktivitas dan gerak tubuhnya. Berlarian, melompat, memanjat atau berguling adalah sebagian kecil dari kepandaian baru yang digemarinya. Si Kecil tetap bermain dengan riang meski kulitnya lembap akibat keringat yang bercucuran.
Pernahkan Bunda melihat bintik-bintik merah yang menimbulkan rasa gatal pada kulit si Kecil? Mungkin saja si Kecil mengalami biang keringat atau sering disebut 'keringet buntet'. Biang keringat (dalam istilah media disebut Miliaria) adalah kelainan kulit yang umum terjadi pada anak dan biasanya muncul pada bagian yang berkeringat, seperti leher, tengkuk, dahi, dada, punggung dan bagian tubuh lain yang tertutup pakaian. Meskipun biang keringat tidak berbahaya, namun bila kulit si Kecil lecet akibat garukan, kulit bisa terinfeksi bakteri dan jamur. Tips pencegahan Biang Keringat:
Berikut Tips Mudah Cara Mencegah Biang Keringat Menyerang Kulit Bayi
- Mandikan bayi 2 kali sehari agar kulitnya tetap bersih.
- Taburkan Baby Powder pada lipatan-lipatan kulit bayi. Gunakan Zwitsal Baby Extra Care Powder yang mengandung Zinc, yang dapat membantu mengatasi biang keringat.
- Pastikan kulit bayi benar-benar kering sebelum menaburkan bedak, karena bedak yang tercampur keringat dapat menimbulkan penyumbatan pori-pori dan memudahkan terjadinya infeksi bakteri atau jamur.
- Bila bayi Anda mudah berkeringat, sering-seringlah menyeka tubuhnya dengan handuk lembut atau dengan Zwitsal Baby Wipes .
- Pilihlah pakaian berbahan katun yang lebih menyerap keringat.
- Sering-seringlah mengganti pakaian si Kecil apabila terasa lembap/basah.
- Agar bayi tetap segar dan wangi, gunakan Zwitsal Baby Cologne.

