4 Gangguan Kehamilan Yang Wajib Diwaspadai

30 July 2017

anemia, dan terpapar bahan berbahaya karena kondisi tersebut berisiko menyebabkan gangguan pada perkembangan janin. Setidaknya, ada 4 macam kelainan perkembangan janin yang wajib Bunda waspadai, yaitu:

1. Spina Bifida Spina bifida adalah cacat tabung saraf yang berkembang selama bulan pertama kehamilan ketika tulang belakang janin tidak terbentuk sempurna. Kelainan ini terjadi pada 7 dari 10 ribu kelahiran. Efeknya dapat mengakibatkan bayi mengalami kelumpuhan, skoliosis (kelengkungan tidak normal pada tulang belakang), gangguan pada kandung kemih, dan hidrosefalus (cairan yang menumpuk di otak). Untuk memperkecil risikonya, ibu hamil dianjurkan untuk menghindari konsumsi alkohol dan mendapatkan cukup asupan asam folat sejak awal kehamilan. Asam folat bisa diperoleh dari kacang-kacangan, sayuran berwarna hijau seperti bayam, dan buah-buahan sitrus seperti jeruk.

2. Down Syndrome (Trisomy-21) Down syndrome adalah kelainan genetik yang disebabkan pembelahan sel yang abnormal pada kromosom ke-21 pada masa perkembangan awal embrio. Kelainan ini berisiko terjadi pada 1 dari 1000-1100 kelahiran. Down syndrome dapat menyebabkan anak mengalami keterbelakangan mental dan fisik.

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risikonya adalah kehamilan yang terjadi pada usia 35 tahun ke atas, memiliki saudara kandung yang menderita down syndrome, dan pernah melahirkan bayi dengan kelainan yang sama. Meski tidak dapat dicegah, down syndrome dapat diketahui secara dini melalui pemeriksaan kromosom pada bulan-bulan awal kehamilan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Cacat Jantung Bawaan Cacat jantung bawaan adalah kelainan paling umum yang dapat terjadi pada 8 bayi dari 1000 kelahiran. Penyebab cacat jantung pada janin terdiri dari faktor genetik dan lingkungan. Janin yang mengalami kelainan genetik, seperti down syndrome, berisiko tinggi mengalami cacat bawaan pada jantungnya. Sementara faktor pemicu lainnya di antaranya adalah infeksi virus Rubella, konsumsi alkohol dan obat-obatan keras, serta merokok. Ibu hamil dan wanita yang merencanakan kehamilan harus menghindari faktor-faktor risiko tersebut untuk mencegah bayinya terkena cacat jantung bawaan.

4. Oligohydramnion Oligohydramnion adalah kondisi dimana jumlah cairan ketuban yang mengelilingi janin terlalu sedikit. Kondisi yang terjadi pada 1 dari 4000 kelahiran ini tidak baik bagi kesehatan dan perkembangan janin karena dapat menyebabkan sistem pencernaan serta pernapasan pada janin tidak berkembang sempurna. Penyebabnya adalah masalah genetik yang menyebabkan gagal ginjal pada janin sehingga ia tidak dapat memproduksi cairan ketuban. Selain itu, kebocoran pada selaput ketuban juga dapat menjadi penyebabnya.

Meski tidak dapat dicegah, deteksi dini dapat membantu Bunda mendapatkan penanganan yang tepat dengan segera untuk menghindari masalah lainnya yang berisiko terjadi akibat oligohydramnion. Dengan banyaknya kelainan-kelainan yang mungkin terjadi, deteksi dini gangguan perkembangan janin sungguh sangat penting dilakukan. Lakukan kontrol dan diskusi langsung dengan dokter spesialis kandungan sejak awal kehamilan sampai minimal 4 kali menjelang kelahiran agar penanganan yang tepat dapat segera dilakukan sejak dini. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Bunda.

Go to Top