Melakukan interaksi dan bermain bersama adalah cara efektif mengeratkan hubungan Ayah dengan si kecil. Tapi, aktivitas sederhana ini juga memiliki manfaat untuk meningkatkan kemampuan sosialnya. Bagaimana peran Ayah dalam mendukung hal tersebut? Setia menjadi teman bicaranya Kemampuan sosial merupakan fondasi bagi anak untuk membangun dan bertahan hidup di usia dewasanya kelak.
Kemampuan ini dapat dikembangkan sejak usia bayi. Saat si kecil masih bayi, Ayah bisa memulainya dengan interaksi sederhana seperti rutin mengajaknya berbicara, mengatakan “Dadah” ketika akan meninggalkan si kecil dan mengatakan “Halo” ketika menjumpainya. Bermain “Ci luk ba” juga baik untuk perkembangan bayi.
Ia akan belajar bahwa Ayah akan selalu kembali, dan hal tersebut dapat membantunya mengembangkan rasa percaya diri. Manfaat lain dengan selalu berbicara padanya, si kecil juga belajar bahwa Ayah selalu ada untuk diajak berbicara dan ia tidak canggung melakukan percakapan dengan orang lain. Dan, jangan berhenti ketika ia beranjak besar, tetap setia mengajaknya berinteraksi dengan membicarakan mengenai teman-temannya, bertanya mengenai sekolah, dan berbagai hal lain yang dapat menjadi bahan pembicaraan.
Rutin mengajaknya bermain di tempat umum Ayah juga bisa mengajak si kecil bermain di tempat umum seperti taman atau area bermain. Bertemu dengan orang-orang baru dan lingkungan sekitar juga dapat membantu mengembangkan rasa percaya diri si kecil. Akan lebih menarik jika si kecil bertemu dengan sesama bayi sepertinya. Bayi biasanya senang saling melakukan kontak mata. Berikanlah waktu untuknya berinteraksi dan bermain bersama bayi lain. Ayah pasti akan senang dan tertawa melihatnya. Menjadi teman yang baik bagi si kecil Saat si kecil memasuki usia balita, lanjutkan peran ayah sebagai temannya.
Misalnya, ajak ia sesekali berinteraksi dengan rekan-rekan Ayah atau berikan pujian saat ia berperilaku baik. Upaya ini dapat memupuk kepercayaan diri dan motivasinya untuk berperilaku baik. Selain itu, pernyataan positif seperti “tolong”, “terima kasih”, dan “maaf” juga penting dicontohkan pada si kecil saat bermain ataupun berinteraksi dengannya. Layaknya seperti seorang teman, ketika Ayah melakukan kesalahan, jangan malu untuk berkata maaf pada si kecil, ya. Kemampuan sosial juga dapat diajarkan dengan membiarkan si kecil membuat pilihan, bukan hanya memerintah mengharuskan hanya pada satu pilihan.
Misalnya, Ayah bisa memintanya memilih baju yang ingin dikenakannya. Hal ini akan memupuk rasa keyakinan dan sikap kemandirian pada diri anak. Melihat berbagai manfaat yang diberikan, yuk, berinteraksi dan bermain dengan si kecil!
Sumber: childswork.com parents.com earlychildhoodnews.com tabloid-nakita.com

